Rabu, 23 April 2014



Alkisah ada seorang penjual gorengan yang selalu menyisakan buntut singkong goreng yang tidak terjual. Dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering main di tempatnya berjualan. tanpa terasa sudah lebih dari 20 tahun tukang gorengan ini menjalani usahanya, namun tidak ada perubahan yang berarti dalam usahanya.

Suatu hari datang seorang pria membawa mobil mewah, lalu berhenti di depan gerobak gorengan dan bertanya, “ Ada gorengan buntut singkong pak?” Si tukang gorengan lalu menjawab, “Tidak ada mas.” “saya kangen sama buntut singkongnya pak.

Dulu waktu kecil, ketika ayah saya baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya, teman-teman saya mengejek karena tidak bisa membeli jajanan. Tapi waktu itu, bapak selalu memberi singkong goreng pada saya, setiap kali saya main dekat gerobak bapak,” ujar pria itu.

Mendengar hal ini, tukang gorengan terperangah dan berkata, “ Yang saya berikan dulu kan Cuma buntut singkong, kenapa kamu masih ingat saya?”

“Bapak tidak sekedar memberi buntut singkong, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik bapak, tapi saya ingin memberangkatkan bapak ke Tanah Suci. Semoga bahagia,” lanjut pria itu.

Bapak penjual gorengan hampir tidak percaya akan hal ini. Hanya sebuah kebaikan kecil namun membawa berkah yang besar! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar